Goodbye (Annyeong)

“Mereka berbicara tentang kita… dan Alicia. Bahwa, sebenarnya… Kalian… lebih dari teman. Dan, bahwa aku mengacaukannya.”

“Apa?”

“Saat mendengarnya aku hanya bisa mengatakan ‘Wah~, ternyata aku gadis yang buruk’.”

———————————————————————526259777

Do Kyeong soo / Lee Min Ah

“Sudah ku duga.”

Kyeong Soo mendongak dan tersenyum saat mendapati Min-Ah tengah terengah-engah. Membungkuk dengan satu tangan di atas pinggang dan satunya lagi di atas lulut. Deru nafasnya tak beraturan. mencoba menarik nafas sebanyak-banyaknya, namun gagal karna di saat yang sama paru-parunya meronta sudah penuh udara.

“Kau berlari?!”

Min-Ah hanya melirik sekilas pria yang tengah menatapnya tersebut. kemudian kembali menatap sepatunya. Ia menegakkan tubuhnya saat merasa sudah tak lagi sesak seperti tadi, dan berjalan menuju kursi panjang tempat Kyeong Soo duduk dengan sebuah buku tebal di pangkuannya.

“Kau terlihat tidak baik.” komentar kyeong soo saat min ah duduk di sampingnya.

“Aku berlari dari lantai tiga tanpa henti untuk mencari mu kesini! Dan tolong di garis bawahi kata berlari dan lantai tiga.”

Pria itu terkikik.

“Coffee?” tawarnya mengacungkan sekaleng kopi dingin.

“Mm-hm.” Min Ah menggeleng pelan, “Kau punya air mineral?”

“Ku kira kau suka ini.”

“Tidak. Hari ini kuputuskan untuk tak lagi menyukainya.” Min-Ah ngawur. Pandangan nya tertuju pada kedua kakinya yang tengah bergelut, dan tampak sedang memikirkan hal lain.

“Kau terlihat tidak baik.” ujar Kyeong Soo membuat Min- Ah mendongak dan tersenyum bodoh.

“Kau sudah mengatakan itu barusan. Dan aku sudah memberi tahu mu alasannya.”

“Lari dari lantai tiga tanpa henti?”

Min Ah mengangguk. masih di sertai senyum di wajahnya.

“Bukan. Bukan itu yang ku maksud.”

“Lalu?”

“Entahlah.” Kyeong Soo menghembuskan nafasnya berat. Melihat senyum milik gadis itu pudar, ia baru tau rasanya se-tidak nyaman ini.

“Apa aku membuat mu marah?”

“Wuah! Apa aku sehebat itu? Kyeong Soo yang ‘tak berperasaan’ ini merasa tak enak pada ku?”

Lagi. Kyeong Soo terkekeh.

“Kau senang sekali tersenyum akhir-akhir ini. Apa karna aku? Apa aku membuat mu bahagia?” Goda Min-Ah.

“Aku senang. Tapi, apa? Karna mu? Kau becanda?”

“Lalu?”

“Banyak wanita cantik yang mengejar ku. Jadi kenapa harus karena mu?” cibir Kyeong Soo.

“Benar juga~” desah Min-Ah membuat Kyeong Soo mengernyit.

“Kau sangat aneh. Apa saat kau berlari ‘jin tenang’ merasuki mu?”

“Ckckck…” min ah gantian terkikik.

“Ya Tuhan. Ya! Tolong cubit aku agar aku yakin kau masih normal!” Tawa Min-Ah semakin melebar. Kyeong Soo membalik badannya mengahadap gadis mungil itu. Terheran heran melihatnya masih terkikik. Tapi, apa ini? Bukan kah seharusnya ia senang?

“Apa… seseorang menyakiti mu?”

Min-Ah terdiam. kemudian tersenyum tiba-tiba.

“Apa kau akan memukulkan nya untuk ku?”

“kalau bisa kenapa tidak.”

“Meski itu Alicia Han?”

Kyeong Soo terdiam. Alicia Han? Sahabatnya ?

“A-Alice? A-lice… menyakiti mu?” Kyeong Soo terbata. Otak encernya mendadak beku. Lain dengan gadis di samping nya yang diam dan menatap kosong kedepan. Bertanya-tanya apa respon pria yang sejak beberapa minggu terakhir ini berstatus sebagai kekasihnya itu jika menyangkut gadis yang di sebut-sebut ‘titisan kim tae hee’ –aktris tercantik korea selatan- yang konon nya adalah sahabat Kyeong Soo.

“Wuah. Ini kemajuan atau kemunduran? Kyeong Soo panik?”

“Min-Ah, ku mohon…”

“Soo~ya, apa kau ingat? Hari aku mengaku pada mu?”

‘Apa-apaan?’ Batin Kyeong Soo.

“Hari itu hari kamis, sepulang sekolah, di taman belakang. hahaha… Aku dengan tampang kusam usai olah raga, dan tangan berkeringat mencegat mu, dan memintamu menjadi pacar ku. waah~ mengingatnya membuatku malu.”

“Ck. Benar. Saat itu kau sangat berani.”

“Hahaha. Memang, seluruh sekolah melihat ku, mereka bahkan sudah menyiapkan segudang ejekan untukku. Kau tau betapa takutnya aku saat itu? Terlebih lagi kau diam lama sekali. Tapi, pada akhirnya, kau berkata ‘iya’, saat itu rasanya seperti aku sedang di sebuah negri permen kapas.”

Kyeong Soo tersenyum, sambil melihat wajah bersemangat Min-Ah, ketika bercerita.

“Aku tidak tau mengapa, dan aku tak pernah bertanya mengapa. Aku bahkan tak peduli dengan maksudmu menyetujui ajakan ku.”

“Semua yang ku pedulikan… Hanyalah kau, dan aku bersama.” Wajah Min-ah mendadak datar. Suaranya pun, terdengar tercekat. “Maafkan aku.”

“Maaf? Ck.” Kyeong Soo mendecak keras, “Sebenarnya kau ingin mengatakan apa, hah?”

“Tadi, aku mendengar beberapa gadis berbicara di toilet…”

“Lee Min-Ah, kau terlalu berputar-putar!”

“Mereka berbicara tentang kita… dan Alicia. Bahwa, sebenarnya… Kalian… lebih dari teman. Dan, bahwa aku mengacaukannya.”

“Apa?”

“Saat mendengarnya aku hanya bisa mengatakan ‘Wah~, ternyata aku gadis yang buruk’.”

“Min-Ah, kumohon~!” Kyeong Soo mengacak-acak rambutnya gusar.

“Seharusnya aku menyadarinya, dari sikapmu. Kau bahkan, tak penah mengatakan bahwa kau menginginkan aku. Aku tak tau perasaanmu. Apakah kau bahagia atau tidak saat bersama ku. Maafkan aku…”

“Min Ah, dengar…”

“Kyeong soo~ya… Kita Pu-tus saja. 안녕 (Annyeong : Goodbye)” Min-Ah berbalik menyembunyikan air mata yang mulai turun.

Min-Ah~ya, Aku mencintaimu.

——————————————————————–

Advertisements

4 thoughts on “Goodbye (Annyeong)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s